Minggu, 11 April 2010

Semut dari MARS ?

Semut spesies baru yang ditemukan di hutan Amazon ini hidup di bawah tanah dan buta selama hidupnya. Para ilmuwan yang menemukannya yakin semut tersebut masih keturunan langsung semut purba yang pertama kali menghuni Bumi.

Seorang mahasiswa program studi biologi evolusi Universitas Texas, AS, Christian Rabeling, menemukannya pertama kali di hutan hujan Empresa Brasileira de Pasquisa Agropecuaria di Manaus, Brasil, tahun 2003. Ia adalah satu-satunya koloni semut yang hidup di bekas pohon yang membusuk di dalam tanah.

Maka, pantas kalau penemunya memberi nama Martialis heureka yang artinya semut dari Mars saking unik dan anehnya. Semut tersebut tak lagi menggunakan indera penglihatan dan tak membutuhkan pigmen atau pewarna tubuh karena telah beradaptasi dengan lingkungan yang gelap gulita. Sebagai gantinya, ia memiliki tubuh memanjang dan capit yang panjang yang diduga untuk meraba dan menangkap mangsa.

Martialis heureka tidak hanya tercatat sebagai spesies baru, tapi juga membentuk kelompok genus tersendiri, bahkan subfamili baru. Subfamili terakhir ditemukan tahun 1967. Saat ini semut terbagi dalam 21 subfamili.

Sampel DNA yang diambil dari kakinya menunjukkan bahwa semut dari Mars menempati pangkal pohon evolusi semut. Dari sifat genetikanya, semut diperkirakan mulai muncul sejak 120 juta tahun lalu dari nenek moyang yang sama dengan tawon. Para ilmuwan meyakini semut segera tersebar ke dalam habitat yang berbeda-beda, di tanah, dedaunan, dan sebagainya.

"Penemuan ini mendukung pendapat bahwa semut predator yang buta dan hidup di dalam tanah muncul di awal evolusi," ujar Rabeling. Meski demikian, hal tersebut bukan berarti nenek moyang semut buta dan hidup di tanah. Namun, saat mulai berevolusi, semut telah beradaptasi dengan lingkungan tanah hutan tropis.

Rabeling mengatakan, Martialis heureka memberi petunjuk bahwa rahasia evolusi semut mungkin masih tersembunyi di balik hutan hujan tropis. Penemuan yang dilaporkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini juga memberikan informasi baru untuk mempelajari lebih mendalam keragaman hayati serangga, khususnya semut.

Sumber : apakabardunia.com

Golok Betok Betawi Berusia 800 Tahun

Keragaman etnis dan budaya menjadi ciri khas dan kekayaan tersendiri bangsa Indonesia, dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain. Uniknya, setiap etnis di Indonesia memiliki senjata khas yang menjadi simbol kebesaran dari sejumlah etnis tersebut. Etnis Jawa misalnya, memiliki keris sebagai senjata kebesaran mereka, etnis Sunda terkenal dengan kujangnya, etnis Madura terkenal dengan celuritnya, dan etnis Betawi yang masyhur dengan Golok Betoknya yang berumur 800 tahun.

Sebagai sebuah senjata pusaka, keberadaan Golok Betok merupakan fase awal asal muasal senjata dalam sejarah nusantara. Bahkan, sebelum senjata khas Jawa Barat kujang ada, Golok Betok sudah ada konsepnya terlebih dahulu. Namun, karena Kerajaan Padjajaran memohon kepada Sang Empu agar dibuatkan secepatnya sebuah senjata bernama kujang, pembuatan Golok Betok menjadi tertunda.

“Saat ini keberadaan Golok Betok yang dulunya biasa digunakan para jagoan dari Betawi sudah hampir punah,” cerita Aziz Munandar, ahli pengobatan tradisional yang juga salah seorang kolektor benda berharga yang dikutip dari situs Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Di tangannya, senjata pusaka berusia 800 tahun itu terlihat masih terawat dengan baik, dan tidak sembarang orang bisa melihatnya dari dekat. Karena keberadaannya yang mulai langka, Azis menjamin hanya segelintir orang saja yang masih memilikinya. Kalau pun ada di tangan orang awam, bisa jadi Golok Betok itu adalah golok imitasi yang tidak memiliki sejarah panjang sebagaimana Golok Betok miliknya.

Menurut Azis, Golok Betok dibuat lebih awal dari pisau raus, gaman, ataupun keris. Azis meyakinkan jika Golok Betok yang menjadi koleksi miliknya itu adalah asli. Bentuk badan dan mata pisau yang terbuat dari baja hitam dengan gagang gayu hitam atau gading menandakan keaslian senjata pusaka khas Betawi tersebut. “Saya berani bertaruh kalau senjata yang ada ini asli,” katanya.

Tak hanya Golok Betok senjata peninggalan Betawi yang menjadi koleksi pribadi Azis Munandar. Beberapa senjata kuno Betawi yang berumur ratusan tahun pun masih tersimpan rapi dan terawat di kediamannya. Beberapa senjata khas Betawi miliknya adalah kujang Betawi yang juga berusia 800 tahun, pisau raus berusia 500 tahun, dan pedang cengkrong yang berusia 600 tahun berbentuk melengkung pada bagian punggungnya.

Pedang ini merupakan satu-satunya pedang yang tersisa. Hal tersebut telah dibuktikannya setelah Azis berkali-kali menghadiri pameran senjata Betawi. Tak ada senjata jenis pedang cengkrong. Jika pun ada dipastikan itu pedang buatan atau imitasi.

Azis menyebutkan saat ini koleksi senjata pusaka khas Betawi tinggal berjumlah 5 buah. Sementara koleksi senjata nusantara yang dimilikinya berjumlah lebih dari 200 buah, mulai dari pedang hingga keris. Dirinya juga mengklaim beberapa benda pusaka koleksinya merupakan milik tokoh sejarah ternama antara lain pisau Pangeran Jayakarta dan keris peninggalan Aru Palaka.

Sumber : Vivanews.com

Penyebab Mata Ungu Alami

Iris mata manusia umumnya berwarna hitam, coklat, merah kecoklatan, biru atau hijau. Tapi ada beberapa orang yang memiliki iris mata berwarna ungu secara alami dan menyebabkan mata ungu layaknya memakai lensa kontak.

Mata ungu merupakan kondisi yang sangat langka. Hal ini kemungkinan disebabkan dua hal, yaitu suatu kejadian atau mitos yang menyebabkan mata ungu dan kondisi kesehatan seseorang.

Seperti dilansir dari Buzzle, Kamis (8/4/2010), kemungkinan terjadinya mata ungu alami adalah sebagai berikut:

1. Genesis Alexandria
Genesis Alexandria adalah sebuah gangguan, yang mayoritas orang mengganggapnya hanya sebagai mitos atau legenda. Meskipun adanya gangguan ini tidak dikenal di masa sekarang ini, kondisi seperti ini mungkin telah ada di masa lalu. Di antara gejala gangguan ini, salah satunya adalah mata ungu.

Legenda yang melahirkan kondisi genetik ini adalah beberapa abad yang lalu, di sebuah desa kecil di Mesir. Di sana terjadi kilatan cahaya misterius di langit, yang mempengaruhi semua orang desa, dan menyebabkan mereka memiliki kulit putih pucat dengan mata ungu. Biasanya orang dengan kondisi ini disebut 'manusia roh'.

Orang pertama yang lahir dengan mata ungu sebagai akibat dari gangguan ini, berasal dari Inggris, tahun 1329, bernama Alexandria. Dia melahirkan empat gadis, yang juga memiliki kondisi yang sama, tetapi hidup dengan baik hingga 100 tahun.

Orang yang menderita kondisi ini, selain memiliki mata ungu, juga dikenal memiliki penglihatan yang sempurna. Meskipun kondisi ini tidak normal, tetapi bukan merupakan akibat dari cacat genetik atau mutasi.

2. Albinisme
Albinisme merupakan salah satu gangguan genetik pada manusia, yang ditandai dengan tidak adanya pigmentasi di kulit, rambut dan mata. Hal ini disebabkan oleh perubahan gen, yang mencegah pengembangan melanin, yang memberikan kontribusi untuk kulit, rambut dan warna mata. Kita mungkin telah sering melihat orang dengan kondisi ini.

Selain dari gejala-gejala di atas, salah satu fakta tentang albinisme adalah dalam kasus yang sangat jarang terjadi, orang yang menderita albinisme mungkin juga memiliki mata ungu.

Akibat kurangnya melanin, menyebabkan mata tampak merah, karena semua pembuluh darah yang terlihat melalui iris. Kondisi yang sudah jarang ditemukan adalah refleksi biru kolagen yang lebih kuat di mata. Warna biru dan merah dapat menggabungkan refleksi, dan memberikan tampilan violet atau mata ungu.

Iris memungkinkan untuk menyaring cahaya melalui mata. Sinar matahari bersamaan dengan refleksi di mata, dapat memberikan tampilan ungu pada mata.

Orang yang menderita albinisme memiliki mata yang sangat sensitif terhadap sinar matahari, yang dikenal sebagai photosensitivity.

Sumber : detikhealth.com

Google Earth Ungkap Nenek Moyang Manusia

Menurut ilmuwan, manusia konon merupakan makhluk yang berevolusi dari kera. Berkat layanan peta online Google Earth, sebuah fosil baru yang diyakini sebagai nenek moyang awal manusia ditemukan.

Profesor Lee Berger dari Witswatersrand University, Afrika Selatan, menemukan spesies baru bernama Australopithecus sediba di area Cradle of Mankind National Park di Afsel. Fosil ini berupa kerangka anak-anak.

Sejak Mei 2008, sang profesor dan koleganya menyelidiki area itu memakai gambar di Google Earth untuk mengidentifikasi sistem gua di sana. Penggunaan Google Earth memungkinkan ia mengidentifikasi hampir 500 gua baru dan situs fosil potensial.

Hasilnya cukup mencengangkan. Menurut Michael Jones, Chief Technologi Advocate Google, terjadi penemuan historis yang diklaimnya berpengaruh besar terhadap sejarah manusia di bumi, yakni fosil Asutralopithecus sediba.

Seperti detikINET kutip dari V3, Jumat (9/4/2010), Australopithecus sediba diperkirakan hidup pada masa 1,9 juta tahun lampau. Bahkan disebut-sebut fosil ini merupakan missing link antara manusia dan kera.

"Kami sangat beruntung. Ini adalah salah satu temuan terbaik selama ini," ucap Professor Paul Dirks dari James Cook University yang turut membantu penelitian.

Menurut para ilmuwan itu, bagian fosil yang teridentifikasi seperti lengan menunjukkan kemiripan dengan yang dimiliki manusia modern. Makhluk ini juga diperkirakan sudah bisa berjalan tegak.

Sumber : detikinet.com

Software Pembaca Pikiran Dipamerkan di AS

Membaca fikiran mungkin tidak lagi menjadi domain dari paranormal dan peramal nasib, karena sekarang komputer juga dapat melakukannya.

Software yang menggunakan scan otak untuk menentukan apa yang sedang difikirkan orang-orang merupakan salah satu inovasi teknologi yang dipamerkan oleh Intel Corp.

Perangkat lunak itu menganalisis fungsional scan MRI untuk menentukan bagian mana dari otak yang diaktifkan jika sedang berpikir. Dalam tes, software itu bisa menebak dengan akurasi 90 persen dari dua kata yang sedang difikirkan seseorang, kata peneliti Intel Labs Dean Pomerleau.

Pada akhirnya, teknologi ini akan bisa membantu penyandang cacat fisik berat untuk berkomunikasi. Dan Pomerleau melihatnya sebagai langkah awal menuju teknologi yang mampu dikendalikan dengan pikiran kita.

"Visinya adalah tukar informasi ke perangkat dan pada orang lain tanpa perangkat perantara," katanya.

Sistem ini bekerja terbaik ketika seseorang pertama kali discan sambil memikirkan berbagaia macam hal.

Ketika pengujian, perangkat lunak menggunakan hasil sebelumnya sebagai acuan untuk menentukan apa yang dipikirkan orang.

Perangkat lunak ini bekerja dengan menganalisis atribut berbagi kata yang berbeda. Misalnya, orang yang berpikir beruang menggunakan bagian yang sama dari otak yang menyala saat dia memikirkan anak anjing berbulu atau sesuatu yang lain.

Seseorang memikirkan beruang juga menunjukkan aktivitas di amigdala, lokasi untuk respons melawan atau terbang.

Sumber : Inilah.com

Bill Gates Kehilangan ‘Bapak PC’

Bapak PC yang mendorong karir pendiri Microsoft Bill Gates dan Paul Allen meninggal dalam usia 68 tahun. Dr Henry Edward Roberts adalah pencipta Altair 8800, mesin yang mencetuskan era komputer rumah.

Gates dan Allen menghubungi Dr Roberts setelah melihat mesin di sampul depan sebuah majalah dan menawarkan untuk membuat perangkat lunaknya.

Program tersebut dikenal sebagai Altair-Basic, fondasi dari bisnis Microsoft.

“Ed ingin mengambil kesempatan dengan kami, dua orang anak muda yang tertarik dalam bidang komputer sebelum menjadi barang publik, dan kami selalu berterima kasih kepadanya,” ujar pendiri Microsoft dalam sebuah pernyataan.

“Hari pertama kami mencoba perangkat lunak yang bekerja di Altair menjadi awal hal besar lainnya,” tambah mereka.

Penemu Apple, Steve Wozniak mengatakan bahwa Dr Roberts mengambil langkah penting yang kritis dan memimpin segala yang ada di masa sekarang.

Dr Roberts adalah pendiri Micro Instrumentation Telemetry Systems (MITS), yang dibangun untuk menjual peralatan elektronik bagi pencinta model roket.

Perusahaan juga menjual peralatan kalkulator elektronik, tetapi kemudian dibayangi oleh firma yang lebih besar.

Pada pertengahan tahun 1970, firma tersebut bergulat dengan hutang, Dr Roberts mulai mengembangkan sebuah peralatan komputer untuk penghobi.

Hasilnya adalah Altair 880, sebuah mesin yang dioperasikan dengan stop kontak dan tanpa layar. Perangkat tersebut mengambil nama dari potongan nama mikroprosesor Intel 8080.

Benda senilai US$395 (Rp 3,8 juta) tersebut dikenal publik setelah menjadi sampul majalah Popular Electronics pada tahun 1975, mendorong permintaan yang lebih luas. Pada saat itu juga dijual dengan bentuk satu kesatuan utuh komputer personal dengan tambahan biaya US$100 (Rp 960 ribu ).

Diantaranya yang tertarik pada mesin tersebut adalah Paul Allen dan Bill Gates. Pasangan tersebut menghubungi Dr Roberts yang menawarkan untuk menulis kode perangkat lunak yang membantu orang untuk menulis program di mesin tersebut.

Pasangan tersebut secara kebetulan pindah ke Albuquerque, markas MITS, di mana mereka mendanai Micro-Soft, yang kemudian diketahui untuk mengembangkan perangkat lunak varian dari Basic (Beginners All-purpose Symbolic Instruction Code).

“Kami akan selalu memiliki ingatan menyenangkan bekerja dengan Ed di Albuquerque, di kantor MITS di jalur 66 di mana banyak hal yang menggembirakan terjadi dan tidak ada satu pun dari kami bisa membayangkan untuk kembali lagi,” ujar pasangan tersebut.

Dr Roberts menjual perusahaannya pada tahun 1977. Dia meninggal di rumah sakit pada tanggal 1 April 2010 setelah menderita pneumonia dalam jangka waktu yang lama.

Sumber : Inilah.com

Panel Surya Pertama Ditemukan Kembali

Panel listrik tenaga surya pertama, berhasil ditemukan kembali setelah tersimpan dalam sebuah kotak selama 60 tahun dan ajaibnya benda itu masih bekerja dengan baik.

Alat luar biasa tersebut adalah hasil buah pikir ilmuwan Inggris yang ingin membuktikan kepada temannya bahwa mungkin saja mengubah sinar matahari menjadi listrik.

Pada tahun 1950 dia menghabiskan waktunya bekerja di laboratorium untuk melengkapi sel yang berbasis semi konduktor terhubung yang dipatenkan pada tahun 1946 oleh Russel Ohl.

Kepingan sejarah sains tersebut diambil oleh pengoleksi barang antik Fred Nickson yang membeli penemuan tersebut dari kerabat jauh pria yang membangunnya. Benda yang bentuknya agak ganjil karena mirip bola kristal, telah dimasukkan ke dalam kotak dan terlupakan. Tetapi akhirnya ditunjukkan pada hari Kamis (08/04) pada pameran Antiques for Everyone di Birmingham NEC.

Dalam pancaran sinar matahari secara langsung alat mampu menimbulkan aliran listrik 1,5 volt yang cukup untuk menghidupkan jam digital di zaman modern saat ini.

Nickson mengatakan bahwa dia sangat kagum sebuah obyek ilmiah yang telah dibuat sangat lama, namun masih bekerja dengan sangat baik.

Dia mengatakan, “penemu membuat alat tersebut setelah disepelekan. Dia menjadi terobsesi dan menghabiskan waktu berjam-jam di dalam laboratoriumnya untuk merealisasikan mimpinya. Serupa dengan panel solar yang ada saat ini, menggunakan bahan mineral yang disebut selenium untuk mengubah sinar matahari menjadi listrik.”

“Tetapi benda tersebut memiliki versi positif dan negatif dari mineral layaknya model yang dipatenkan Ohl. Pria yang membangunnya tidak pernah berpikir bahwa dia bisa menjalankannya di luar panel, dia hanya ingin membuktinya bisa melakukannya. Sangat lucu memikirkan 60 tahun lalu dibuat tetapi sama dengan yang ada saat ini,” tambahnya.

Temuan menggembirakan tersebut dibawa ke kantor antik Chiltern di Henley-on-Thames, Oxfordshire awal tahun 2010 ini. Salah seorang anggota keluarga ilmuwan tersebut yang belum teridentifikasi tetapi berasal dari Surrey, menjual benda tersebut kepada dealer.

Teknologi listrik surya pertama kali dibangun pada tahun 1883 oleh Charless Fritts tetapi tidak efisien seperti model saat ini. Fisikawan Rusia Aleksandr Stoletov mengembangkan konsep tersebut lebih jauh dengan penambahan sel solar pertama berbasis efek fotoelektrik luar, sel yang lebih stabil dan bisa diterima.

Sumber : Inilah.com