Rabu, 05 Januari 2011

Jika Dinosaurus Masih Hidup Sampe Sekarang

Wonderful Arts by James Gurney






































Inilah 10 Mobil Yang Jadi Unggulan di Tahun 2011

Sepanjang 2010 lalu, atau bahkan sebelumnya sejumlah produsen mobil telah meluncurkan konsep mobil anyar yang akan mereka produksi dan pasarkan pada 2011. Sejumlah fitur canggih, desain yang menawan, serta beragam pilihan mesin mereka tawarkan. Hanya, di tengah persaingan yang semakin ketat tentu tidak semua mobil bakal menduduki posisi puncak dalam penjualan. Walhasil, tidak sedikit di antara produsen itu yang menunda peluncurannya sebagai satu di antara beberapa strategi pemasaran yang dijalankannya.

Lantas siapa produsen mobil yang bakal meluncurkan mobil di 2011 ini? Mobil apa saja yang diperkirakan bakal menggebrak pasar otomotif dunia? Berikut 10 mobil yang diunggulkan bakal menjadi andalan sepanjang 2011 berdasar catatan yang dikumpulkan oleh laman Autoguide.com, Sabtu (1/1):

1. Toyota FT-86
Mobil sport hasil kolaborasi Toyota Motors Corporation (Toyota) dengan Fuji Heavy Industries, produsen mobil Subaru, disebut-sebut bakal diluncurkan di gelaran New York Auto Show 2011 yang akan digelar April 2011. Mobil berjuluk Hachiroku ini menggunakan konsep sporty dengan kursi 2+2 dan mengadopsi gaya RWD Corolla AE86.
Toyota Ft 86
Meski FT-86 diklaim sebagai mobil ramah lingkungan, tetapi tetap mengutamakan kecepatan yang selama ini menjadi keunggulan Toyota dan Subaru. Sedan sport itu dibekali mesin 2.000 cc empat silinder yang menyemburkan tenaga hingga 200 daya kuda. Tenaga sebesar itu disalurkan ke roda melalui transmisi manual enam kecepatan. Mobil berpenggerak roda belakang itu menggunakan rem Advics.

2. New Chevrolet Camaro Z28
Chevrolet Camaro
Mobil ini bakal dilengkapi mesin 6.200 cc V8 yang bertenaga 426 – 550 daya kuda. Selama ini, mesin tersebut digunakan oleh Cadillac CTS-V yang juga diproduksi oleh General Motors, perusahaan induk Chevrolet. Camaro Z28 generasi terbaru itu diharapkan menjadi satu di antara beberapa tulang punggung penjualan Chevrolet di 2011.

3. Hyundai Veloster
Hyundai Veloster
Hyundai Veloster
Veloster generasi terbaru itu dikembangkan dengan kode FS dengan menggunakan platform Hyundai Cee’d yang berpenggerak roda depan. Tipe standar menggunakan mesin 1.600 cc injeksi langsung yang bertenaga 138 daya kuda. Tipe lainnya bermesin 2.500 cc bertenaga 205 daya kuda. Mobil coupe besutan Hyundai Motors Corporation itu menggunakan transmisi dual clutch dengan enam tingkat percepatan. Pabrikan asal Korea Selatan itu mengklaim berkat transmisi anyar itu konsumsi bahan bakar bisa dihemat 5-7 persen.Hyundai menyebut produknya itu bakal bersaing ketat dengan Renault Megane dan Volkswagen Scirocco.

4. BMW M5
Chevrolet Camaro

Sedan BMW M5 versi baru itu akan menggunakan mesin 4.400cc V8 dan menggunakan dua turbocharger. Mesin itu diklaim mampu menghasilkan tenaga hingga 555 – 578 daya kuda dan torsi 530 lb. Akselerasi dari posisi diam ke kecepatan 100 kilometer per jam (kpj) dicapai hanya dalam tempo 4,5 detik.
Mobil yang mampu melesat hingga 248 kpj itu dilengkapi peranti transmisi dual clutch tujuh tingkat percepatan. Rencananya super sedan itu akan diluncurkan di gelaran Paris Auto Show 2011 pada Oktober mendatang.

5. Volkswagen New Midsize Sedan
Volkswagen
Volkswagen (VW) menyebut sedan terbaru besutannya itu menggunakan 30-40 persen komponen milik VW Jetta. Pabrikan itu yakin kehadiran sedan tersebut akan mampu bersaing dengan Toyota Camry, Nissan Altima, dan Honda Accord. Ihwal harga, VW mengaku akan membanderolnya di kisaran US$ 20 ribu atau sekitar Rp 180 juta dengan target penjualan 150 ribu unit per tahun.
Sejak awal Oktober 2010, VW telah melakukan proses produksi sedan medium itu di pabriknya yang terletak di Chattanooga, Tennessee, Amerika Serikat. Sebelumnya VW telah menggelontorkan dana tak kurang dari US$ 1 juta atau sekitar Rp 9 miliar untuk perluasan pabrik. Rencananya, mobil ini diluncurkan di gelaran North America International Auto Show (NAIAS) 2011, 10 januari mendatang.

6. Porsche 918 Spyder

Mobil yang akan diproduksi di pabrik Porsche di Zuffenhausen itu dibanderol 500.000 euro atau sekitar Rp 5,8 miliar untuk kawasan Eropa. Model itu dibekali mesin V8 dan motor listrik. Tenaga yang dihasilkan gabungan kedua sumber tenaga tersebut mampu menyemburkan daya 500 daya kuda.
Porsche mengklaim tingkat emisi mobil ini hanya 70 gram per kilometer. Kecepatannya tergolong super, yaitu 320 kilometer per jam (kpj). Sedangkan akselerasi dari posisi diam ke kecepatan 100 kpj ditempuh hanya dalam tempo 3,2 detik

7. Lamborghini Aventador LP700-4
Civic 2012

Mobil ini mengusung mesin 6.500 cc mesin V12 yang sanggup menghasilkan tenaga sebesar 700 daya kuda dan torsi 680 Newton meter (Nm). Rencananya, Lamborghini meluncurkannya di gelaran Geneva Motors Show 2011 yang berlangsung Maret mendatang.
Aventador LP700-4 diklaim mampu melesat hingga 347 kilometer per jam (kpj). Akselerasi dari posisi diam ke kecepatan 100 kpj dicapai dalam waktu 2,9 detik.

8. Mercedes-Benz C-Class Coupe 2012
Mobil coupe besutan Mercedes Benz ini akan diluncurkan di gelaran North America International Auto Show (NAIAS) 2011 di Detroit pada Januari ini. Ditawarkan dalam beberapa varian. Tipe standar bermesin 1.800 cc empat silinder yang dilengkapi turbocharger. Mesin itu diklaim mampu menghasilkan tenaga 201 daya kuda. Tipe lainnya bertenaga 302 daya.
Mercedes Benz C-Class Couple 2012
Selain itu Mercedes juga menawarkannya dalam varian Black Series C63 AMG. Varian ini terdiri dari dua tipe, yaitu model bermesin 4.700 cc V8 dengan twin turbo yang menghasilkan tenaga 430 daya kuda. Tipe kedua adalah, model bermesin 5.500 cc V8 yang menghasilkan tenaga 563 daya kuda.

9. Audi Quattro Coupe
Civic 2012

Audi Quattro pertama kali diperkenalkan di gelaran Paris Auto Show, Oktober 2010. Mobil cross coupe ini menggunakan mesin 2.500 cc V8 dan transmisi dual clutch dari RS5.
Mesin lima silinder turbocharged itu mampu menyemburkan tenaga 408 daya kuda, dan torsi 354 Newton meter (Nm). Audi bekerja sama dengan anak perusahaan Volkswagen AG , Italdesign Giugiaro dalam mengerjakan mobil ini.

10. Honda Civic 2012
Honda Motors saat ini dikabarkan tengah melakukan finalisasi persiapan peluncuran generasi terbaru hatchback Honda Civic. Mesin mobil yang mulai dipasarkan pada 2011 mendatang itu tidak mengalami perubahan dibanding generasi sebelumnya.
Civic 2012
Honda mengaku melengkapinya dengan sejumlah fitur anyar baik di eksterior maupun interior mobil tersebut. Gril depan yang menggunakan desain sarang lebah, balutan lembaran kulit Alcantra di interior, pelek dari bahan alloy versi Civic GT, adalah beberapa di antara fitur baru itu.
Mobil hatchback ini diproduksi dalam tipe SE dan Si. Keduanya tetap menggunakan mesin 1.400 cc dan mesin 1.800 cc. Dua tipe pertama menggunakan pelek berukuran 16 inci. Tipe Si bermesin 1.800 cc menggunakan ukuran 17 inci. Mesin 1.800 cc i-VTEC itu disebut mampu menghasilkan tenaga hingga 140 daya kuda. Konsumsi bahan bakarnya hanya 6,7 liter per 100 kilometer dan emisi gas buangnya tak lebih dari 155 gram per kilometer.
Honda tak menyebut kecepatan maksimal yang bisa direngkuh mobil tersebut. Namun, kecepatan akselerasi dari posisi diam ke kecepatan 100 kilometer per jam diklaim hanya dalam tempo 8,9 detik.


Top 10 Bizarre Weapons of World War II

It is often said that necessity is the mother of all invention, and at no other point in a country’s history is necessity greater than in war-time. As a result, the widespread, and often desperate, fighting led to many new inventions, from computers, to jet engines, to atomic bombs. However, many of these inventions were downright bizarre, and this list aims to explore the inventions which have been lost to the annals of history. Of course, there are far too many of these strange weapons to be included in a single list, so feel free to mention any additional ones you feel should be on this list in the comments.

10
X-Class Midget Submarines

X24 View From Side

The x-class was a series of submarines built by the Royal Navy during the Second World War. These tiny submarines only displaced 30 tonnes of water when submerged, were 15.55 metres (51ft) long, and carried a crew of 4 (commander, navigator, engineer and diver). There were designed to be towed to the target area by a full-sized “mother” submarine. The X-craft would then be detached and infiltrate the target, laying down two side charges, each containing 2 tonnes of amatol. They would then make their escape and rendezvous with the “mother” submarine to be towed home. The first attack was launched against the German battleship Bismarck. Six X-craft were designated for the operation, but two were lost to accidents en route, and a third suffered mechanical problems. The fourth X-craft was believed to have been sunk by German fire during the attack. The remaining two managed to lay their charges and seriously damage the Bismarck. Other X-craft played an important role with regards to the D-day landings. One surveyed the invasion beaches beforehand and collected soil samples, and two others acted as lightships during D-day itself to guide landing craft to the correct beaches.



9
V-3 Supergun

V3

Developed as a so-called vengeance weapon in order to strike back at London, as Allied bomber fleets pounded German cities to rubble, the V-3 cannon was capable to delivering a 140kg (1310lb) shell to a range of more than 161 km (100 miles). The secret to this enormous range was a number of side channels attached to the 460ft (140m) barrel. These channels each contained an electrically fired propellant charge which helped to accelerate the finned shell to a muzzle velocity of 1500m/s (4920 feet per second). Hitler was most impressed by the prototype, and ordered 25 of them to be built at a site at Mimoyecques, in France. However, this site was heavily bombed by Allied bombers, which forced the Germans to abandon it. Two shorter-barreled versions (164ft) were later built and used against Luxemburg, where they fired a total of 183 shells, only managing to kill 10 civilians and injure 35. Shortly afterwards, both guns were captured by American troops.



8
Sonderkommando “ELBE”

Bf109Jkv

During the later part of the war, Germany became subject to massive bombing attacks by heavy Allied bombers. In desperation, Nazi Germany formed a unit that they hoped would temporarily halt the British and American bomber offensive to give them time to build up large enough quantities of the formidable Me 262 jet fighter, to counter the Allied bombers. This unit would fly Me-109 fighters, which had been stripped of weapons and armor in order to increase their speed. Hermann Goering, commander of the Luftwaffe (German Air Force) proposed that these fighters should wait for the bombers at high altitude. They could then dive at the enemy at high speed, and use their propellers to destroy the bomber’s tail, after which, the German pilot would attempt to parachute to safety. More than 2000 pilots volunteered for the unit, although they only had 180 planes available. The unit’s first attack was launched against a group of American bombers on April 7th, 1945. Of the 120 pilots which took off, only 15 returned, and they only managed to destroy 17 American B-17 bombers and 5 P-52 Mustangs.



7
Ohka (Cherry Blossom) Suicide Plane

Ohka

As American forces advanced nearer and nearer the Japanese mainland, the Imperial Japanese armed forces became increasingly desperate to prevent Japan’s defeat. The Ohka was developed in a last-ditch effort to destroy the American fleet. It was a purpose-built kamikaze aircraft that was armed with a warhead weighing up to 1200kg. As it had no landing gear, it was carried to the target area by a G4M ‘Betty’ bomber. Once within range, the Ohka was released and steered towards an American ship by the pilot. It would go into a dive before igniting 3 rocket boosters which would accelerate it to up to 650mph before crashing into the enemy ship. At such a high speed, it would be almost impossible to shoot down with anti-aircraft fire. Despite more than 800 being built, however, only a few were used as most were being stockpiled for the anticipated invasion of Japan which never came, thanks to the atomic bomb.



6
Anti-tank dogs

156950,Xcitefun-Weapon-3

Deployed by the Soviet Union during the Second World War, they were originally deployed in an attempt to halt the German advance during 1941. The dogs were kept hungry, and food was placed under tanks in order to teach them to look under vehicles for food. Each dog was fitted with a 10-12kg mine. The detonator was attached to a 20cm wooden lever which jutted vertically above the dog. When it dived under an enemy tank, the lever would catch on the hull and detonate the mine, killing the dog and hopefully disabling the tank. In action, these dogs proved less than effective. Many were scared away by German gunfire, which caused them to run back to their handlers, often detonating the mine. Other dogs refused to dive under moving tanks as they had practiced on stationery vehicles, and others jumped under Russian tanks. They did succeed in damaging some German vehicles, but Soviet claims that 300 German tanks were put out of action by these dogs is widely optimistic.


5
Bachem BA349 Natter Fighter

Bachem-Ba-349-Natter

Designed near the end of the war, this strange-looking interceptor required no run-way for take-off. Instead, the aircraft was launched up a vertical 8 meter (25ft) rail attached to a small tower. The flight of the fighter would be controlled by radio from the ground until it neared a group of Allied bombers. Then, the pilot would take over and jettison the nosecone to fire off salvos of rockets into the formation. After firing off all of the rockets, and running out of fuel, the plane would glide down to 3000m (10,000 ft), whereupon a number of parachutes in the rear fuselage would deploy. The entire front of the aircraft (including the cockpit) would detach from the tail, and then the pilot would (hopefully) parachute to safety. Only the pilot and the tail (containing the rocket engine) would be recovered from each mission – the cockpit, wings, and nose were all expendable. Despite the death of a test-pilot during the first manned launch of the plane, 36 of these fighters were built, although none were before the end of the war.



4
Bat Bombs

Bat-1

Developed by America in the wake of Pearl Harbor, this seemingly ridiculous idea proposed that hundreds of bats should be captured, and a tiny incendiary bomb be attached to the body of each. These bats would be placed in a bat carrier which would subsequently be dropped from a bomber. A parachute would deploy at 1000 feet to slow its descent, and the trays inside the carrier would separate out to allow some 1040 bats inside to escape. Once free of the carrier, the bats would disperse and roost throughout the buildings of the Japanese city beneath. Shortly afterwards, the timer-delayed bombs would detonate, sparking raging fires throughout the mainly wood and paper buildings. During one test drop, a group of bats roosted inside several of the testing facilities’ warehouses and buildings, burning them to the ground. Luckily for thousands of bats, the program was cancelled in 1944, due to the development of the atomic bomb.



3
Pigeon Guided Missile

Najn8Jtz6Pgqebuhjiz4Dcm9O1 500

This was yet another attempt to use an animal to deliver explosives to an enemy target. It was first proposed by American psychologist B.F.Skinner, as a way to delivering a missile accurately against a target, by placing a pigeon inside the missile. An image of the target would be projected in front of it, and the pigeon would be trained to recognize it. It would then peck on one of four levers (up, down, left or right) until the target was dead centre of the screen. They were encouraged to do so by their training, where they were awarded with corn for keeping the target in the centre. They were surprising adept at this, (in training) being able to track a target which jumped 4 or 5 inches a second on the screen. The National Defense Research Committee committed $25,000 to this research, and the army modified several missiles for this purpose before it was decided that electronic guidance would be superior, and the project was scrapped.



2
Project Habakkuk

Hab4

Project Habbakuk was the name of an ingenious project thought up by Geoffrey Pyke. He envisaged that by taking a large iceberg of ice floe, levelling off the top, and hollowing out the inside, it could be used as a landing platform for aircraft. At the time, the Allies were losing huge numbers of supply ships to German U-boats in the Atlantic. Aircraft were extremely adept at hunting and destroying surfaced U-boats, but they lacked the range to cover the entire Atlantic. Providing a landing platform in the middle of the ocean would therefore give the U-boats nowhere to hide. However, ice proved unsuitable as it split easily, and icebergs themselves are prone to rolling over. Fortunately, two scientists in New York soon discovered that by freezing water with wood pulp, they could create a strong but buoyant substance they christened pykrete. The final design called for a giant carrier 600m (2000ft) long, built out of pykrete, fitted with an extensive cooling system to prevent the pykrete melting, displacing 2.2 million tons, and carrying 150 planes. Unfortunately, research was halted in early 1944 for a number of reasons: the growing numbers and effectiveness of conventional carriers, the huge cost ($100 million) involved, and the technical difficulties of building and refrigerating such a massive structure.



1
Silbervogel (Silver Bird) Bomber

Silverbird

This was probably one of the strangest and most radical weapons Germany proposed during the Second World War. It was a candidate for the ‘Amerika Bomber’ initiative, which attempted to develop a bomber which had the range to attack mainland America. It was based upon the idea of placing a plane on a 3 km (2 mile) long rail, which would be propelled to 1900 kph (1200mph), by a rocket-powered sled. Once airborne, the Silbervogel would then fire off its own rocket engines to propel it to a height of 145km (90miles), traveling at 22100 kph (13700 mph). It would then slowly descend into the stratosphere, where the flat body of the plane would generate lift due to the increasing air density. This would cause it to rise again, and the plane would progress around the world in a series of ever shallower ’bounces’. It would then deliver a 4000kg (8800lb) bomb (possibly radiological) to somewhere in America, before landing at a Japanese base in the Pacific. In the end, the project was far beyond the capabilities and resources of Nazi Germany, and only existed as a mock-up.


Misteri "Unidentified Submerged Object", Benda Bawah Air Tak Dikenal

Lebih dari 100 tahun belakangan, para awak kapal yang sedang menjelajahi lautan dibingungkan dengan penampakan-penampakan objek tak dikenal yang muncul dari dalam laut dan terbang dengan kecepatan tinggi. Objek-objek seperti ini kemudian diberi julukan Unidentified Submerged Objek (USO) atau Objek bawah air tak dikenal.

Banyak yang percaya kalau objek misterius ini sesungguhnya sama dengan UFO yang sering terlihat di udara. Karena itu, kadang objek ini juga sering disebut dengan istilah UFO air.


Penampakan USO disebut-sebut telah ada sejak ribuan tahun yang lalu.

Pada tahun 329 SM, pasukan Alexander agung disebut menjumpai dua objek berbentuk piringan yang muncul dari sungai Jaxartes di india. Menurut legenda, Alexander begitu terpesona dengan penampakan itu sehingga ia menghabiskan 6 tahun berikutnya untuk menjelajahi sungai itu dengan peralatan penyelam pertama di dunia.

Christopher Colombus juga disebut pernah menjumpai objek bawah air tak dikenal. Pada tanggal 11 Oktober 1492, kapal Santa Maria yang ditumpangi oleh Colombus sedang melewati wilayah segitiga Bermuda. Kemudian, mereka melihat cahaya-cahaya aneh berkelap-kelip di dalam air disusul dengan munculnya sebuah objek berbentuk piringan yang segera terbang dengan cepat ke angkasa.

Tidak ada yang bisa memastikan apa yang dilihat oleh Alexander agung atau Colombus. Ratusan tahun kemudian, kita kembali menemukan banyak laporan penampakan serupa. Contohnya seperti kesaksian-kesaksian di bawah ini:

Pada tanggal 18 Juni 1845, Malta Times melaporkan:
'Saat itu kapal brigantine Victoria berada sekitar 900 mil di sebelah timur Adalia ketika para awak kapal melihat tiga objek bercahaya muncul dari dalam air. Objek-objek itu terlihat selama 10 menit dan terbang setengah mil dari kapal.'
Menurut para awak yang menyaksikannya, objek-objek itu terlihat berukuran seperti bulan purnama. Penampakan ini juga dilaporkan oleh saksi lain yang berasal dari Adalia, Siria dan Malta.

Pada tanggal 12 November 1887, di dekat tanjung Race, sebuah bola api besar muncul dari laut, naik 20 meter, lalu mendekati sebuah kapal yang ada di dekatnya, yaitu kapal uap Inggris bernama Siberian. Objek itu bergerak menentang arah angin, kemudian mundur dan terbang menjauh. Peristiwa ini dilaporkan dan didiskusikan oleh majalah Nature, L'Astronomie, dan Meteorological Journal.

Pada malam tanggal 10 Februari 1951 seorang pilot angkatan udara Amerika bersama rekannya sedang menerbangkan pesawatnya dari Islandia menuju Newfoundland. Ketika pesawatnya berada pada jarak sekitar 300 mil dari Newfoundland, mereka melihat sebuah objek bercahaya muncul dari dalam laut.
'Ketika kami semakin dekat dengan objek yang berkilauan ini, ia berubah menjadi lingkaran-lingkaran cahaya putih yang besar di atas air. Lalu, kami melihat sebuah lingkaran cahaya berwarna kuning yang kecil, lebih kecil dibanding objek yang melepaskan lingkaran cahaya itu, pada jarak 15 mil. Ketika objek itu terbang mendekati pesawat kami, kami bisa melihat sebuah pesawat berkubah yang melepaskan korona.'
7 tahun kemudian, objek bawah air tak dikenal kembali menjadi subjek pemberitaan.

Pada bulan Mei 1958, sebuah kapal selam misterius terlihat oleh para awak kapal perang Argentina. Kapal selam itu, walaupun kadang terlihat oleh mata, tidak bisa terlacak oleh sonar, hydrophones atau radar. 14 kapal perang Argentina kemudian memburu kapal selam itu sambil sesekali menembakkan torpedo kearahnya. Namun tidak terlihat adanya tanda kerusakan dan kapal selam itu terus melaju hingga menghilang dari pantauan.

Pada Oktober 1959 dan Januari 1960, kapal selam serupa kembali terpantau oleh militer Argentina. Perburuan kembali terjadi, namun kapal selam itu kembali menghilang.

Kapten Ray.M Pitts, salah seorang spesialis peperangan kapal selam yang ikut dalam perburuan ketiga mengkonfirmasi kalau objek itu memang kapal selam. Namun ia juga mengatakan kalau ia dilarang untuk berbicara lebih jauh mengenai peristiwa itu.

Tahun 1963, perburuan USO yang lain kembali terjadi. Kali ini sonar kapal selam Amerika yang sedang berada di Puerto Rico menangkap sebuah objek yang bergerak dengan kecepatan 150 knots dan berada pada jarak 20.000 kaki di bawah kapal selam.

Kapal selam itu membuntuti objek itu selama 4 hari lamanya. Pada hari ke-4, objek itu tiba-tiba bergerak dengan kecepatan yang tinggi sehingga lolos dari pantauan sonar.

Pada Agustus 1965, para awak kapal Raduga dari Rusia, sementara sedang berlayar di laut merah, melihat sebuah objek elips berapi muncul dari dalam air dan melayang di permukaan selama beberapa lama. Jarak objek itu hanya 2 mil dari kapal. Para awak memperkirakan kalau objek itu memiliki diameter 60 meter dan melayang pada ketinggian sekitar 150 meter dari atas permukaan laut.

Pada tanggal 30 Juni 1967, para awak kapal Naviero dari Argentina melihat sebuah objek silinder di dalam air. Objek itu mengeluarkan cahaya berwarna biru putih dan panjangnya diperkirakan sekitar 33 meter. Yang aneh adalah, objek itu tidak mengeluarkan suara sama sekali walaupun ia bergerak di air dengan kecepatan yang cukup tinggi. Bahkan hampir tidak ada ombak yang tercipta karena pergerakan benda itu. Ketika objek itu nyaris menabrak kapal Naviero, ia segera berubah arah dan menyelam kembali ke dalam air.

Pada tahun 1967, para saksi yang terdiri dari belasan orang melihat sebuah objek tak dikenal jatuh ke air di Shag Harbour, Nova Scotia, Kanada. Objek tersebut, yang terlihat seperti sebuah pesawat aneh, diperkirakan memiliki panjang sekitar 18 meter. Para saksi mata juga menyebutkan kalau pesawat itu melayang sebentar, mengeluarkan cahaya berwarna oranye, lalu masuk ke dalam air.

Insiden ini sempat diberitakan oleh media-media seluruh dunia hingga menyebabkan pihak militer dan polisi Kanada melakukan pencarian besar-besaran. Namun, pesawat misterius tersebut tidak ditemukan sama sekali.


Insiden Shag Harbour adalah salah satu insiden UFO yang paling terkenal di dunia.

Salah satu peristiwa perjumpaan USO yang paling aneh, mungkin yang berhubungan dengan kapal Volga.

Pada tanggal 7 Oktober 1977, Volga, sebuah kapal Rusia yang digunakan untuk memperbaiki kapal selam, sedang berada di laut karena panggilan untuk memperbaiki sebuah kapal selam. Tiba-tiba 9 objek bulat terlihat muncul dari air dan segera mengelilinginya. Peristiwa ini berlangsung selama 18 menit. Saat itu juga, seluruh sistem komunikasi di atas Volga mengalami gangguan. Kapten Tarantin yang memimpin segera memerintahkan para awak untuk mengamati objek-objek tersebut:
'Aku ingin kalian mengamati objek tersebut dengan hati-hati dan mengingatnya baik-baik! Aku juga ingin kalian menggambarnya supaya ketika kita kembali ke Sovyet, tidak ada yang bisa bilang kalau kapten kalian ini gila dan mabuk!'
Pada tanggal 26 Juli 1980, para pelaut dari kapal Brazil, Caioba-Seahorse, melihat objek bulat berwarna abu-abu dengan diameter sekitar 10 meter sedang meluncur di air. Pada saat yang sama, cahaya terang muncul di horizon dan mendekati objek tersebut. Lalu, semua peralatan di atas kapal mati secara mendadak. Cahaya itu kemudian bergabung dengan USO yang ada di dalam air. Setelah itu, USO itu naik, melayang selama beberapa saat dan terbang dengan kecepatan tinggi ke angkasa.

Salah satu penampakan USO yang paling spektakuler mungkin adalah yang terjadi pada tanggal 14 Juni 1992. Para saksi mata di California, mengaku melihat ratusan pesawat aneh muncul dari laut tanpa mengeluarkan suara. Penampakan ini kemudian segera dilaporkan ke pihak kepolisian. Namun, karena sifat penampakan yang terlalu luar biasa, pihak kepolisian tidak menindaklanjuti laporan ini. Kisah penampakan California ini pernah diangkat oleh History Channel dalam sebuah film dokumenternya.

Hingga hari ini, tidak ada yang bisa memberikan penjelasan mengenai identitas objek-objek tersebut.


Bagi mereka yang percaya dengan keberadaan makhluk luar angkasa yang cerdas, USO adalah bukti kalau makhluk luar angkasa sesungguhnya memantau bumi secara terus menerus dari markas yang dibuat di dalam laut. Jika memang ada makhluk luar angkasa yang berniat membuat markas di bumi, maka pilihan mereka untuk membuatnya di dalam laut menjadi sebuah pilihan yang tepat karena memang sebagian besar samudera kita sesungguhnya belum terjelajahi.

Ivan T Sanderson, dalam bukunya yang berjudul Invisible Resident (1970) menyatakan kalau USO adalah bukti adanya intelijensi lain di bawah air yang sedang mengembangkan peradabannya.
'Jika memang ada sejenis peradaban teknologis yang unggul berkembang dalam planet di bawah air, maka peradaban ini tampaknya lebih maju dibandingkan dengan peradaban kita, sekitar beberapa juta bahkan mungkin miliaran tahun di depan kita.'
Tentu saja, argumen ini tidak bisa dibuktikan. Namun, Sanderson tidak sendirian karena pemahaman ini juga dipercaya oleh banyak pihak.

Bagi mereka yang lebih skeptis, penjelasan mengenai penampakan ini bisa bervariasi, mulai dari salah lihat hingga rekayasa. Memang tidak bisa disangkal kalau ada kemungkinan para awak kapal telah melihat sebuah fenomena alam dan menyangkanya sebagai USO. Kejadian seperti ini banyak terjadi dalam kasus penampakan UFO. Namun pertanyaannya, fenomena alam apa yang memiliki ciri-ciri sesuai dengan deskripsi laporan para saksi?

Inilah yang masih belum dipastikan.

Beberapa orang lain percaya kalau USO yang sering terlihat sebenarnya adalah torpedo yang sedang melaju. Namun, torpedo tidak terbang ke udara. Ini tidak sesuai dengan deskripsi saksi.

Jadi, sebagian lain mengajukan teori kalau sesungguhnya USO adalah pesawat militer yang canggih.

Teori ini juga sering digunakan untuk menjelaskan laporan penampakan UFO. Jika kita kaitkan USO dengan pesawat militer, maka itu artinya cuma satu: pesawat itu haruslah sebuah pesawat yang mampu menyelam ke dalam air dan kemudian terbang dengan cepat.

Menariknya, pesawat jenis ini ternyata pernah ada, paling tidak dalam rupa prototipe.

Pada tahun 1934, Boris Petrovich Ushakov, seorang mahasiswa teknik dari akademi militer Sovyet, mengajukan sebuah rancangan pesawat yang bisa menyelam di dalam air. Pesawat ini ditujukan untuk menyergap kapal musuh yang lewat dengan cara menyelam di kedalaman tertentu, menunggu kapal musuh, dan menembakkan torpedo ketika kapal musuh itu lewat di atasnya. Konsep Ushakov tidak pernah dibuat karena dianggap tidak efektif.

30 tahun kemudian, ide Ushakov direalisasikan oleh Donald Reid, seorang insinyur di North American Aviation. Ia membuat pesawat itu pada tahun 1963 dan diberi nama Reid Flying Submarine (RFS-1). Hebatnya, Reid membuat rancangannya dengan menggunakan suku cadang bekas pesawat dan mengerjakannya hanya di waktu luang.

Dalam uji coba perdana, pesawat itu mampu terbang hingga ketinggian 10 meter, mendarat di air dan menyelam hingga kedalaman beberapa meter. Walaupun terlihat menjanjikan, pihak militer sepertinya tidak tertarik untuk membuat pesawat itu hingga RFS-1 berakhir hanya sebagai sebuah prototipe.

RFS-1
Namun, jangan salah. Militer Amerika tidak tertarik dengan RFS-1 bukan karena tidak menyadari manfaatnya, melainkan karena mereka sendiri sedang membuat pesawat sejenis yang disebut Convair yang kemudian sering disebut subplane. Menurut Eugene Handler, seorang insinyur dari pihak angkatan laut, pesawat ini sangat ideal untuk menyerang kapal Sovyet di laut Baltik dan Kaspia. Tetapi, Convair ternyata bernasib sama dengan RFS-1. Malah, convair tidak sempat dibuat prototipenya karena proyek ini dibatalkan kongres pada tahun 1966.

Hasrat mengenai pesawat sejenis USO tidak pernah pupus dari pikiran militer Amerika. Pada tahun 2008, DARPA, badan riset milik Pentagon, mengumumkan kalau mereka telah memulai proyek pembuatan subplane. Pada tahun 2010 ini, pesawat ini telah masuk kedalam tahap pengajuan proposal karena berbagai rancangan telah diterima oleh mereka.

Dalam beberapa tahun, sepertinya kita akan melihat banyak USO mondar-mandir di lautan lepas.

Mungkinkah USO yang terlihat oleh para pelaut itu adalah pesawat canggih milik militer?

Jika kita mempercayainya, maka pertanyaannya selanjutnya adalah apakah pada masa perang dunia I dan II, pihak militer (negara manapun) telah berhasil membuat pesawat secanggih itu?

Jika pertanyaan ini dapat terjawab, maka saya rasa jawaban ini dapat menjelaskan banyak pertanyaan mengenai penampakan UFO di seluruh dunia.

6 Proyek Percobaan Pribadi yang Luar Biasa

6. Pesawat Ulang alik luar angkasa


Justin Lee dan Oliver Yeh adalah dua MIT siswa yang memutuskan mereka ingin mengambil gambar kelengkungan bumi hanya untuk merasakan sensasi keren dan joke.


Mereka menghabiskan $ 148 pada proyek dan punya foto untuk usaha mereka :


Jadi, apa yang dibutuhkan untuk melakukan sesuatu yang seperti itu? Nah, selain memiliki otak ukuran Krang, mereka menggunakan balon cuaca, beberapa helium, Styrofoam cooler dan selotip.


Mereka menaruh beberapa break-and-shake penghangat tangan dalam pendingin untuk menjaga kamera murah dalam ponsel prabayar dengan GPS yang mereka gunakan dari pembekuan dalam ketinggian untuk Dilacak.


Balon diluncurkan.

balon itu terbang 18 mil ke langit - cukup pendek dari untuk mencakup atmosphere di ketinggian mulai 62 mil, tapi masih tiga kali lebih tinggi dari sebuah pesawat terbang.
Dan kami benar-benar siap untuk menyebut bahwa hal yang mereka potret di sana adalah 'ruang angkasa.' Untuk memberikan gambaran, ketika balon itu akhirnya pecah, pendingin bir butuh waktu 40 menit untuk menyentuh tanah.
Mereka secara khusus ditetapkan untuk menjaga proyek semurah mungkin sehingga mereka bisa jatuh dan terbakar berulang-ulang sampai mereka berhasil (yang mereka lakukan pada pertama kali mencoba).
Jika anda ingin mengikuti pada coattails cemerlang mereka, Anda dapat menemukan petunjuk untuk membangun kamera balon Anda sendiri di sini .
Dan sementara itu mengagumkan dan semua, Anda tahu apa yang akan menjadi lebih baik?Jika Anda bisa menempatkan orang di atas sana. yang menjadi tujuan dari Kristian von Bengston dan Peter Madsen dari Kopenhagen Suborbitals.

Hal ini secara simultan dan paling mengerikan ide terbesar dalam sejarah waktu.
Kedua orang telah menggunakan sumbangan untuk mendanai proyek mereka, yang akan membuat mereka kelompok non-pemerintah yang didanai pertama yang mengirim manusia ke luar angkasa jika mereka berhasil.
kokpit ini kira-kira lapang dan nyaman sebagai Pez dispenser, dan tidak ada navigasi nyata on board untuk terbang.
duo ini berharap bahwa setelah bahan bakar oksigen cair benda itu membawanya ke dalam ruang, perhitungan mereka dan 'hukum aerodinamika' aman akan membimbing muatannya meluncur kembali ke bumi untuk mendarat di air diperlambat oleh parasut, sama seperti misi Apollo tua, karena tidak ada hal buruk pernah terjadi pada mereka.

5.Kapal selam
Tao Xiangli dari Cina dan Mikhail Puchkov dari Rusia kedua memanfaatkan kecerdikan mereka dan ide gilanya untuk membangun penuh kapal selam bermesin yang bisa difungsikan.
Tao menghabiskan sekitar $ 4,385 (kira-kira satu tahun penuh gajinya) dan dua tahun hidupnya membangun sub keluar dari barel .
Hal ini dapat dengan aman menyelam hingga kedalaman 32,5 kaki dan memiliki periskop, motor listrik untuk dua baling-baling, tanki selam, sebuah manometer (untuk mengukur tekanan), lampu dan kamera video / monitor setup untuk melihat luar. Tao menggunakan barel karena mereka murah dan dirakit sisanya bersama-sama dengan barang - barang sisa, .
Maka Anda memiliki Puchkov, yang sangat ingin melarikan diri dari kehidupan seorang pekerja pabrik di Soviet Rusia, jadi dia mulai membangun kapal selam sendiri, meskipun mengingat badan air yang mengelilingi Rusia,
Usahanya awal hanya tenggelam di air dingin, dan salah satu orang yang tidak tenggelam terjebak dalam jaring baja dan luka luka, Puchkov dua hari tinggal di sel interogasi KGB sebagai mata-mata yang dicurigai.
Ketika ia akhirnya berhasil, dia luka dengan mini fiberglass sub dengan backup sistem pedal dalam kasus motor listrik gagal.
Dia dapat melakukan perjalanan di dalamnya selama sekitar 100 mil per hari, pada kecepatan 4 knot dan kedalaman 30 kaki, yang muncul untuk menjadi batas untuk kapal selam DIY dan sekitar 30 kaki lebih dalam dari kedalaman yang akan menajdi kuburan bawah air.
dan bukannya menggunakan periskop atau kamera video untuk melihat, ia hanya menggunakan kubah plastik yang berbentuk kepala, yang hanya menunjukkan kepada Anda bahwa hidup di rezim komunis yang menindas benar-benar dapat membawa keluar kreativitas orang.

4. Reaktor Nuklir
Kami telah menunjukkan Anda sebelumnya bahwa dengan bagian-bagian yang tepat, Anda seharusnya dapat membangun reaktor fusi nuklir sendiri .
Sekarang, jika Anda berpikir hal semacam itu semudah dilakukan di atas kertas dan tak seorang pun benar-benar bisa membangun sebuah perangkat kerja, pikirkan lagi . Dua anak-anak dari Michigan benar-benar melakukannya , meskipun yang satu lebih sukses dari yang lain.

Tebak salah satu yang sukses?
Pria di sebelah kiri, Thiago Olson, membangun reaktor fusi di lantai dasar rumahnya dimulai pada usia 15 tahun dan benar-benar mencapai reaksi fusi pada usia 17.
Dia menjelajahi untuk bagian-bagian di eBay, membaca buku tentang fisika dan pertanyaan diposting di forum fusi setiap kali dia tidak bisa , membuat kita bertanya-tanya seberapa populer pertanyaan tentang rahasia ilmu nuklir di forum-forum internet ?.
Orang lain adalah David Hahn 17 tahun, yang menciptakan reaktor nuklir di gudang peternakan ibunya . Sayangnya, kami tidak bisa menampilkan gambar itu, karena EPA terkubur di gudangnya dan semua percobaan di sebuah situs limbah radioaktif tingkat rendah di Utah
Hahn tidak pernah punya cukup bahan nuklir untuk mencapai massa kritis dan memulai reaksi, meskipun ia tidak berhasil dalam meradiasi seluruh lingkungannya.
Meskipun ia tampaknya seorang mahasiswa miskin, ia berhasil mengumpulkan bagian-bagian yang cukup dan bahan nuklir untuk membangun dasar reaktor di peternakannya.
Pada akhirnya, Hahn adalah subjek dari sebuah buku tentang bagaimana dia hampir membunuh lingkungannya


5.RUDAL JELAJAH
Selandia Baru adalah rumah bagi Bruce Simpson, juga dikenal sebagai orang yang membangun rudal jelajah sendiri.

Simpson hanya ingin melihat apakah hal itu bisa dilakukan, dan ia diposting semua kemajuan pada website bagi seluruh dunia untuk membaca dan menyalin .
spesifikasinya menghabiskan kurang dari $ 5.000 senilai bagian (rudal terbuat dari fiberglass, stainless steel, dan lembaran plastik), dan proyek dapat diselesaikan oleh siapa saja yang memiliki akses ke alat toko biasa.
Dengan Elektronik fitur sistem video, pemancar radio, GPS dan sistem kontrol penerbangan , produk dapat membawa hulu ledak 22 kilogram.

Simpson mengatakan itu hanya sebuah cara untuk menguji mesin jet. ' Selain itu, ia menulis sebuah buku tentang 'keberaniannya' usahanya untuk membuat senjata murah bahwa siapa pun dapat membuatnya di rumah,
2. Helikopter
Cina tidak hanya menelurkan kapal selam buatan sendiri disebutkan sebelumnya, tetapi juga merupakan rumah bagi orang yang membuat helikopter sendiri .
Tapi dia tidak sendirian - tampaknya bahwa Cina memiliki kekuatan yang berkembang pada orang bersedia mengambil risiko hidup mereka dan ancaman pidana penjara ( mesin terbang buatan sendiri adalah ilegal di Cina) untuk impian membuat mesin terbang dari barang rongsokan

Tampaknya ada orang mengendarai sebuah kincir angin ke tempat kebugaran hutan.
HElikopter misris dalam foto itu dibuat dengan 'fisika sekolah menengah' dengan biaya sekitar $ 1.600, dan pembuat mengklaim bisa mencapai ketinggian 2.600 kaki,
Lalu ada yang satu ini, yang terdengar seperti mesin pemotong rumput tua tapi yang ditampilkan di sini benar-benar bisa terangkat dari tanah.

Dan kemudian ada model ini , yang terlihat menakjubkan seperti helikopter pribadi James Bond di Episode You Only Live Twice:

In every case, these guys are building at low cost (only as high as a few thousand, for a damn helicopter) from whatever parts they can find lying around their massive testicles.
Dalam setiap kasus, orang-orang yang membuat dengan biaya rendah (untuk sebuah helikopter) dari bagian apapun yang dapat mereka temukan
1.A Voice-Controlled AI Assistant
Chad Barraford pikir AI Stark suara asisten Tony (alias Jarvis) adalah bagian paling keren dalam filem Iron Man, dan ia memutuskan bahwa menunggu orang lain untuk membangun itu untuk pengisap.
Jadi di antara menawarkan dukungan teknis untuk Mac, ia merancang sebuah sistem pengenalan suara dengan tujuan membantu di rumah.

Sementara Stark Jarvis adalah rumah jutaan dolar di Malibu, Barraford berhasil membuatnya dengan biaya sekitar $ 700.
Yang mencakup RFID reader, sistem integrasi rumah, seorang pembicara dinding, mikrofon nirkabel dan Mac mini. Sistem ini melakukan semuanya dari meredupkan lampu samapai memberitahu Barraford tentang cuaca.

Barraford's Jarvis juga bertindak seperti jam alarm, mengubah pencahayaan berdasarkan jumlah orang yang ada di dalam rumah, untuk menghemat energi dan untuk memenuhi spesifikasi seseorang, dan lampu mati jika tidak ada adalah rumah.

Also, Barraford suffers from monthly brain-splitting migraines that put him out of commission for a day.
Saat Barraford menderita migrain otak yang membuatnya tidak dapat beraktifitas.dalam hal itu, semua ia lakukan adalah mengirim IM ke Jarvis, dan komputer meredupkan layar mengirimkan email ke Boss Barraford dan mengupdate status Facebook dan Twitter sehingga ia dapat memulihkan diri tanpa terganggu.